Tembus Batas Negara, Aksi Cepat ‘CEP Peduli’ Bawa Angin Segar untuk Korban Gempa di Pulau Terluar Sangihe
SANGIHE, liputanmetronews.com — Pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, wilayah perbatasan utara Indonesia didera kerusakan masif.
Di tengah lumpuhnya akses dan keterisolasian geografis, Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), bergerak cepat menjadi salah satu tokoh pertama yang berhasil menembus barikade alam demi menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak.

Salah satu titik paling memprihatinkan adalah Pulau Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Berbatasan langsung dengan Filipina, infrastruktur di pulau terluar ini dilaporkan hancur hingga 90%, dengan mayoritas rumah warga rata dengan tanah.
Melihat kondisi darurat tersebut, legislator yang akrab disapa Tetty Paruntu ini langsung menginisiasi program aksi cepat bertajuk “CEP Peduli”.
Posisi geografis Pulau Kawio, Marore, dan Matutuang yang sangat jauh dari pusat Kabupaten Sangihe, ditambah ancaman cuaca ekstrem laut, kerap membuat wilayah ini terlambat tersentuh bantuan.
Namun, komitmen kemanusiaan CEP mematahkan stigma keterisolasian tersebut.
Paket sembako dan kebutuhan dasar berhasil didistribusikan langsung ke tangan masyarakat di tiga pulau terluar tersebut.
Aksi nyata CEP ini menuai apresiasi mendalam dan rasa haru dari pemerintah desa setempat yang selama ini merasa terpinggirkan.
“Kami di wilayah perbatasan sering terlambat dapat bantuan. Kali ini masyarakat Desa Marore merasa diperhatikan. Terima kasih Ibu CEP,” ungkap Hukum Tua (Opo Lao) Desa Marore, Bennihutman Petrus Barahama, dengan nada emosional.
Bagi masyarakat di beranda utara Nusantara, kepedulian yang ditunjukkan oleh Christiany Eugenia Paruntu bukan sekadar tentang pemenuhan kebutuhan pangan darurat.
Lebih dari itu, aksi CEP menjadi bukti psikologis yang kuat bahwa warga di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) tidak berjalan sendiri dalam menghadapi bencana.
Sasiang Kuhanta, salah seorang warga penerima manfaat, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya di tengah kondisi mata pencaharian yang sedang lumpuh total.
“Kami hanya bisa berdoa dan bekerja. Terima kasih Ibu CEP, terima kasih karena sudah datang sejauh ini untuk kami,” tuturnya haru.
Melalui program “CEP Peduli”, Christiany Eugenia Paruntu tidak hanya mengirimkan bantuan fisik, melainkan juga mengirimkan pesan tegas: bahwa ketahanan nasional dan empati seorang wakil rakyat justru diuji dari titik paling ujung Indonesia.
Tamura