Menteri PKP Pantau Kondisi Rusunawa Paniki Dua, Tekankan Hunian Layak untuk Masyarakat
LiputanMetroNews || Manado – Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja strategis ke Kota Manado pada Jumat (10/04/2026) dalam rangka memastikan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP meninjau langsung kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang terletak di kawasan Paniki Dua. Peninjauan difokuskan pada kondisi fisik bangunan, fasilitas penunjang, serta aspek keamanan dan kenyamanan bagi para penghuni.
Kedatangan Menteri Maruarar disambut oleh jajaran pemerintah daerah, termasuk Wakil Gubernur Sulawesi Utara serta Walikota Manado Andrei Angouw Beserta Wakil Walikotanya Richard Sualang.
Keakraban begitu terlihat saat mereka berbincang sambil sesekali bercanda bersama dan tertawa bersama.
Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan kawasan permukiman.
Dalam keterangannya, Maruarar menegaskan pentingnya peran negara dalam menyediakan hunian yang layak dan terjangkau. Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi berkelanjutan antara Kementerian PKP, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota agar pengelolaan rusunawa dapat berjalan optimal.
“Negara harus hadir untuk memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang manusiawi dan terjangkau. Kerja sama lintas pemerintah sangat penting agar fasilitas seperti ini tetap terawat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan permukiman di Manado. Selain itu, Pemerintah Kota Manado berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas pendukung di sekitar Rusunawa Paniki Dua, termasuk sarana ekonomi bagi warga.
Kunjungan kerja ini ditutup dengan dialog antara Menteri PKP dan perwakilan penghuni rusun. Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pelayanan publik dan kebutuhan fasilitas tambahan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Melalui kunjungan ini, pemerintah berharap kualitas hunian masyarakat, khususnya MBR di Sulawesi Utara, dapat terus meningkat seiring dengan penguatan kolaborasi antara pusat dan daerah.