Gubernur Yulius Komaling Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden saat Paripurna DPRD Sulut

6

LiputanMetroNews , Sulut – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan seluruh pejabat Pemprov mendengarkan pidato kenegaraan dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

‎Kegiatan ini dilaksanakan di ruang paripurna Kantor DPRD Provinsi Sulut, Jumat (15/8), pukul 10.00 WITA.

‎Terpantau seluruh yang hadir memenuhi ruangan mengenakan pakaian sipil lengkap (PSL).

‎Semuanya berlangsung dengan tertib dan teratur, apalagi saat mendengarkan pidato Presiden.

‎Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan beberapa hal krusial yang menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintahan di tahun 2025.

‎Salah satunya adalah pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

‎Presiden mengingatkan bahwa tantangan global saat ini semakin kompleks, dengan perubahan iklim, ketegangan geopolitik, serta dinamika ekonomi yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan.

‎”Bersama-sama, kita harus memperkuat ketahanan nasional melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat. Pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan adalah kunci untuk menjawab berbagai tantangan yang ada. Kita harus bekerja keras untuk membangun infrastruktur, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga stabilitas sosial dan ekonomi,” ujar Presiden dengan penuh semangat.

‎Lebih lanjut, Presiden juga menyentuh isu-isu yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

‎Dia menekankan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai pondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

‎”Dalam hal ini, sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah untuk mencetak generasi penerus bangsa yang siap menghadapi persaingan global,” jelasnya.

‎Pidato ini juga memuat ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersatu, menjaga kerukunan, serta mempererat hubungan antar masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan.

‎”Hanya dengan persatuan dan kerja sama yang solid, kita dapat menghadapi tantangan global dan mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan mandiri,” tambah Presiden.

‎Katanya, sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan sidang ini, kegiatan tersebut juga menjadi momen refleksi bagi pemerintah dan masyarakat tentang arah pembangunan bangsa.

‎”Melalui acara ini, pemerintah berharap dapat semakin mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai kebijakan yang diambil demi kesejahteraan rakyat,” jelasnya.(**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.