BPBD Kota Manado Intensif Pantau Ketinggian Air Usai Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah

11

 

LIPUTANMETRONEWS || MANADO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi wilayah terdampak hujan deras yang mengguyur Kota Manado, Rabu (27/5/2026) malam. Sejumlah titik dilaporkan mengalami genangan air, sementara petugas juga memantau kenaikan debit air di beberapa daerah aliran sungai (DAS) dan jembatan rawan banjir.

Berdasarkan laporan PUSDALOPS-PB BPBD Kota Manado yang diperbarui pukul 22.00 WITA, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Manado. Kondisi tersebut menyebabkan genangan air di sedikitnya sembilan titik yang tersebar di beberapa kecamatan.

Di Kecamatan Wanea, genangan air terjadi di wilayah Pakowa Lingkungan 1 dan 5 dengan ketinggian sekitar 0,5 meter. Sementara di Kecamatan Tikala, genangan terpantau di Paal IV kompleks masjid dan sekitar jembatan menuju Taas, kawasan Banjer bagian perempatan, serta Tikala Baru depan Hari-Hari.

Kondisi cukup serius juga terjadi di Kecamatan Paal Dua, tepatnya di Dendengan Dalam Lingkungan 4 dan 5, dengan ketinggian air mencapai 0,5 hingga 1 meter. Selain itu, genangan juga dilaporkan terjadi di wilayah Ternate Tanjung Kampung Argentina dan Karame, Kecamatan Singkil.

Petugas BPBD turut melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik, termasuk di Jembatan Miangas dan kawasan Dendengan. Dari hasil pemantauan di Pos Pemantau Banjir Denlu, tinggi muka air tercatat mencapai sekitar 80 sentimeter. Sementara kondisi di perempatan Banjer dilaporkan mulai berangsur surut.

Selain banjir, BPBD Kota Manado juga menerima laporan pohon tumbang di enam titik berbeda, masing-masing dua titik di Kecamatan Sario dan Mapanget, serta masing-masing satu titik di Bunaken Darat dan Kecamatan Wanea. Hingga laporan diterbitkan, belum terdapat laporan kejadian tanah longsor.

Dalam upaya penanganan dan antisipasi bencana, tim BPBD Kota Manado turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi wilayah sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Basarnas, Polairud, dan Brimob. Koordinasi dilakukan untuk menyiapkan peralatan evakuasi, termasuk perahu karet, guna mengantisipasi kemungkinan adanya warga yang terjebak banjir.

BPBD Kota Manado juga terus melakukan pemantauan cuaca melalui citra satelit Himawari BMKG, pemantauan DAS melalui CCTV Command Center Manado dan Early Warning System (EWS), serta pengumpulan informasi melalui komunikasi radio, media sosial, dan laporan masyarakat.

Berdasarkan peringatan dini BMKG Sulawesi Utara, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kota Manado, di antaranya Kecamatan Bunaken, Tuminting, Singkil, Wenang, Tikala, Sario, Wanea, Mapanget, Malalayang, Bunaken Kepulauan, dan Paal Dua.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan pohon tumbang, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi cuaca memburuk. ADVERTORIAL

Leave A Reply

Your email address will not be published.