BPBD Manado Ikuti Diklatsar Jungle Rescue Bersama Basarnas dan KPA MITOS
LIPUTANMETRONEWS || Manado, Kamis 01 Mei 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Angkatan 01 Jungle Rescue bertema “Penyelamatan Kecelakaan Pendakian di hutan atau perkebunan” yang diselenggarakan oleh KPA MITOS dengan instruktur dari Basarnas Kota Manado.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu pemberian materi kelas dan praktik lapangan di kawasan Gunung Tampusu, Kota Tomohon. Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah personel BPBD Kota Manado bersama peserta dari komunitas pecinta alam dan relawan lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado, Donald Sambuaga, turut hadir dan mengikuti langsung kegiatan tersebut bersama beberapa personel BPBD.
Dalam keterangannya, Donald Sambuaga menyampaikan apresiasi kepada KPA MITOS dan Basarnas Kota Manado atas terselenggaranya kegiatan pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang penyelamatan alam bebas.
Menurutnya, kemampuan dasar jungle rescue menjadi hal penting bagi personel kebencanaan, terutama dalam menghadapi situasi darurat di wilayah perkebunan maupun hutan yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan pengetahuan dan keterampilan langsung kepada peserta, khususnya dalam teknik penyelamatan kecelakaan pendakian. Materi dan praktik lapangan yang diberikan sangat membantu personel BPBD untuk lebih siap, cepat, dan tepat dalam melakukan penanganan keadaan darurat di medan alam terbuka,” ujar Donald Sambuaga.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado AARS dalam upaya meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN), khususnya di lingkungan BPBD. Oleh karena itu, seluruh personel diharapkan terus mengasah kemampuan melalui pelatihan dan latihan secara berkelanjutan.
“Sesuai dengan arahan pimpinan daerah AARS, peningkatan kapasitas ASN menjadi hal yang sangat penting. Personel BPBD harus terus berlatih, meningkatkan kompetensi, serta kesiapsiagaan agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan kebencanaan,” tambahnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk penguatan sinergi antara komunitas pecinta alam, Basarnas, dan instansi pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana serta operasi penyelamatan di Sulawesi Utara.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu memahami serta mempraktikkan teknik penyelamatan kecelakaan pendakian secara aman, efektif, dan profesional.