Gubernur YSK Ubah Paradigma Pengelolaan Pemerintahan, Aset Daerah Jadi Motor Peningkatan PAD

3

LIPUTANMETRONEWS || MANADO – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), menegaskan komitmennya melakukan perubahan besar dalam pola pengelolaan pemerintahan daerah dengan mengoptimalkan aset milik pemerintah sebagai sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berlangsung di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Selasa (7/7/2026).

Dalam arahannya, Gubernur YSK menyatakan era birokrasi yang hanya mengandalkan penerimaan pajak dan menjalankan rutinitas administratif harus segera ditinggalkan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memiliki banyak aset dan potensi ekonomi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Aset pemerintah tidak boleh hanya menjadi beban anggaran. Semua harus memberikan nilai tambah dan menghasilkan pendapatan bagi daerah,” tegas YSK.

Ia menekankan peningkatan PAD tidak boleh terus dibebankan kepada masyarakat melalui penambahan pajak maupun retribusi. Sebaliknya, pemerintah harus mampu mengelola aset yang dimiliki secara produktif agar dapat menjadi sumber pemasukan baru.

Sebagai contoh, YSK menyoroti sejumlah kapal milik Dinas Perhubungan yang selama ini setiap tahun menghabiskan anggaran pemeliharaan tanpa memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah.

“Jangan setiap tahun hanya mengajukan docking kapal. Cari cara agar aset itu bisa dimanfaatkan. Minimal biaya perawatannya dapat ditutup dari hasil operasionalnya,” ujarnya.

BUMD Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Untuk mendukung strategi tersebut, Gubernur meminta seluruh OPD memperkuat sinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), di antaranya PT Membangun Sulut Maju (MESMA), PT Pengembangan Pariwisata Sulawesi Utara (PPSU), Bank SulutGo (BSG), serta Tim Khusus yang telah dibentuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut YSK, BUMD harus bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang profesional, produktif, dan mampu memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah.

“BUMD hadir bukan untuk membebani masyarakat dengan pajak baru, tetapi menjadi mesin yang menghasilkan pendapatan dari potensi dan aset yang kita miliki,” katanya.

Di sektor pariwisata, YSK menargetkan PPSU menjadi pengelola utama seluruh aset wisata milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Pemerintah, menurutnya, cukup menjalankan fungsi pengawasan, sementara pengelolaan usaha dilakukan secara profesional oleh perusahaan daerah.

Ia juga meminta Biro Hukum mengkaji kemungkinan pengambilalihan aset strategis Hotel Tasik Ria apabila seluruh aspek hukumnya memungkinkan. Jika dapat dikelola kembali melalui PPSU, kawasan tersebut dinilai berpotensi menjadi pusat kegiatan pemerintahan maupun penyelenggaraan berbagai event berskala nasional yang mampu meningkatkan PAD.

OPD Diminta Aktif Jemput Program Pusat

Selain optimalisasi aset daerah, Gubernur YSK juga menginstruksikan seluruh kepala OPD agar lebih proaktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat. Ia meminta setiap OPD tidak hanya menunggu program dari kementerian, tetapi aktif memperjuangkan peluang pendanaan maupun investasi bagi Sulawesi Utara.

“Jangan menunggu. Kita harus jemput bola. Kalau kita diam, pemerintah pusat menganggap Sulawesi Utara tidak membutuhkan bantuan. Tapi setelah urusan selesai, segera kembali karena pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah membentuk Tim Khusus yang bertugas membuka akses ke kementerian, lembaga pemerintah, serta calon investor.

YSK menegaskan Tim Khusus bukan menjadi pesaing OPD, melainkan mitra strategis yang berfungsi mempercepat masuknya program pembangunan dan investasi ke Sulawesi Utara.

Targetkan Laba Bank SulutGo Rp500 Miliar

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur memberikan apresiasi kepada Bank SulutGo atas capaian laba sebesar Rp420 miliar. Meski demikian, ia berharap kinerja tersebut terus ditingkatkan hingga mampu mencapai target laba Rp500 miliar sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi daerah.

Menutup arahannya, YSK mengajak seluruh jajaran pemerintah mengubah pola pikir dalam mengelola pemerintahan. Menurutnya, setiap aset, peluang investasi, dan potensi ekonomi harus mampu dioptimalkan menjadi sumber pendapatan baru yang manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan rakyat.

“Kita hidupkan kembali PPSU, MESMA, dan seluruh kekuatan BUMD. Mari kita bekerja bersama agar PAD terus meningkat. Semua yang kita lakukan ini semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.