Kesehatan Jadi Prioritas Utama, Era Gubernur Yulius Hadirkan Layanan Medis Modern hingga Pelosok Sulut

12

LiputanMetroNews || Manado — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, sektor kesehatan di Sulawesi Utara mengalami berbagai perubahan signifikan yang berfokus pada pemerataan layanan, modernisasi fasilitas medis, serta kemudahan akses kesehatan hingga ke wilayah kepulauan.

Gubernur Yulius menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar seluruh masyarakat yang harus dipenuhi secara maksimal tanpa diskriminasi. Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan warga mengalami kesulitan memperoleh pengobatan maupun pelayanan medis.

“Pelayanan kesehatan harus maksimal. Tidak boleh ada warga yang merasa sulit mendapatkan pengobatan,” tegas Gubernur Yulius dalam berbagai kesempatan.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, sejumlah pembangunan dan pembenahan fasilitas kesehatan terus dilakukan di berbagai daerah di Sulawesi Utara. Salah satu langkah nyata yakni pembangunan gedung baru RSUD Bolaang Mongondow Selatan serta renovasi Poliklinik RSUD Manembo-Nembo Bitung yang kini dilengkapi armada ambulans baru guna menunjang pelayanan pasien.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menghadirkan teknologi medis modern di rumah sakit daerah. RSUD ODSK Manado kini memiliki layanan Digital Subtraction Angiography (DSA), teknologi medis canggih yang digunakan untuk penanganan gangguan pembuluh darah dan ditangani langsung oleh tenaga ahli profesional.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sulut juga membuka Klinik Mata Eksklusif di RS Mata Provinsi Sulawesi Utara guna memberikan pelayanan spesialis mata bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Pemerataan pelayanan kesehatan juga menyasar wilayah kepulauan. Melalui pengoperasian dua unit kapal Rumah Sehat BAZNAS, layanan kesehatan bergerak kini dapat menjangkau masyarakat di Kepulauan Sangihe dan Talaud yang selama ini memiliki keterbatasan akses medis.

Kabar baik lainnya datang dari RS Khusus Infeksi (RSKI) Kitawaya Manado yang kini resmi melayani pasien peserta BPJS Kesehatan. Kebijakan ini memberikan pilihan layanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat tanpa harus terbebani biaya pengobatan yang besar.

Transformasi pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara turut mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada tahun 2026, Gubernur Yulius menerima penghargaan National Governance Award (NGA) kategori Outstanding Province in Life Expectancy Value atas keberhasilan pemerintah daerah meningkatkan Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat melalui pemerataan layanan kesehatan dan transformasi digital.

Sebelumnya, pada September 2025, Sulawesi Utara juga dinobatkan sebagai salah satu dari empat provinsi terbaik di Indonesia dalam pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Perhatian pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial masyarakat. Pemprov Sulut diketahui menyalurkan bantuan kursi roda dan kacamata bagi lansia kurang mampu, memberikan beasiswa pendidikan bagi dokter, serta mendistribusikan alat kesehatan modern ke berbagai puskesmas di tingkat kecamatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut, Rima Lolong, mengatakan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara.

“Bapak Gubernur ingin tenaga medis benar-benar hadir melayani masyarakat dengan cepat, tepat, dan ramah. Itulah standar pelayanan kita sekarang,” ujarnya.

Melalui berbagai program dan pembenahan yang dilakukan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap masyarakat semakin percaya terhadap layanan kesehatan pemerintah serta dapat merasakan pelayanan medis yang modern, merata, dan berkualitas demi mewujudkan Sulawesi Utara yang sehat dan sejahtera.

Leave A Reply

Your email address will not be published.