Gubernur Yulius Tinjau KEK Bitung, Dorong Investasi dan Hilirisasi Industri Sulut

12

LiputanMetroNews || Bitung — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, meninjau langsung kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, Kamis (30/04/2026), guna memastikan pengembangan kawasan strategis tersebut berjalan selaras dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Yulius menegaskan bahwa keberadaan KEK Bitung menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya tarik investasi di Sulawesi Utara. Menurutnya, kawasan tersebut mampu menghadirkan ekosistem industri yang terintegrasi dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Karena menghadirkan ekosistem industri yang terintegrasi,” ujar Yulius.

Ia mengatakan, KEK Bitung kini menjadi salah satu kawasan yang paling dilirik investor karena memiliki daya saing yang kuat dibanding daerah lain di kawasan timur Indonesia.

Selain itu, pengembangan KEK Bitung juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Infrastruktur dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat investor untuk menanamkan modal di kawasan tersebut.

Diketahui, KEK Bitung memiliki luas sekitar 534 hektare, di mana sebagian lahannya merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Sebelumnya, kondisi kawasan yang didominasi perbukitan dianggap kurang mendukung pengembangan investasi skala besar.

Namun, menurut Yulius, kondisi tersebut kini mulai berubah seiring pembangunan akses jalan dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Sekarang kondisi sudah berbeda. Infrastruktur yang baik memberi kesan kesiapan kawasan untuk investasi,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sulut mencatat hingga tahun 2026 nilai investasi yang masuk ke KEK Bitung telah mencapai sekitar Rp10,5 triliun. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring masuknya sejumlah proyek baru.

Salah satu proyek yang sedang dipersiapkan yakni pembangunan pabrik pengolahan pala sebagai bagian dari program hilirisasi komoditas unggulan Sulawesi Utara. Pemerintah berharap pengolahan hasil perkebunan di dalam daerah mampu meningkatkan nilai tambah sebelum dipasarkan.

Selain sektor perkebunan, pengembangan kawasan juga diarahkan pada sektor perikanan melalui pembangunan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) dan industri pengalengan ikan.

Dalam kesempatan itu, Yulius turut menyoroti perkembangan layanan direct call yang memungkinkan aktivitas ekspor dan impor dilakukan langsung dari Bitung menuju pasar internasional seperti Jepang dan China tanpa melalui pelabuhan luar daerah.

Menurutnya, sistem tersebut dapat memangkas biaya logistik sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang.

“Pelaku usaha kini tidak perlu lagi bergantung pada pelabuhan di luar daerah. Ini membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan Bitung berkembang menjadi pusat hub ekspor-impor utama di kawasan timur Indonesia. Dengan dukungan KEK, pelabuhan internasional, serta program hilirisasi industri, kawasan tersebut diyakini mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Utara.

Pengembangan KEK Bitung juga diharapkan tidak hanya meningkatkan investasi, tetapi turut membuka lapangan kerja, memperkuat industri lokal, serta mendorong transformasi ekonomi daerah menuju sektor industri bernilai tambah tinggi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.