Gubernur Sulut Hadiri Karya Bakti TNI 2026, Percepat Pembangunan Wilayah Kepulauan dan Perbatasan Sulut

0

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, memberikan apresiasi kepada jajaran TNI Angkatan Darat atas pelaksanaan Karya Bakti TNI Tahun 2026 yang difokuskan di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Program tersebut dinilai menjadi wujud nyata kolaborasi dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Kegiatan yang digagas oleh Kodam XIII/Merdeka dan Korem 131/Santiago ini turut melibatkan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) melalui partisipasi dosen dan mahasiswa sebagai bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan bahwa Karya Bakti TNI merupakan bukti kepedulian TNI terhadap pembangunan daerah, khususnya di kawasan yang memiliki tantangan geografis seperti Talaud dan Sangihe.

“Program ini adalah bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan perbatasan,” ujar Gubernur Yulius.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Unsrat dalam program tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa bersama prajurit TNI menunjukkan bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kolaborasi antara pemerintah, TNI, perguruan tinggi, dan masyarakat seperti inilah yang kita harapkan terus tumbuh. Tantangan pembangunan saat ini membutuhkan semangat gotong royong,” tegasnya.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Menurutnya, kawasan kepulauan dan perbatasan merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus mendapatkan perhatian lebih.

Ia menyebut Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki potensi besar di sektor perikanan, kelautan, pariwisata, serta sumber daya alam yang perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan Karya Bakti TNI 2026, berbagai sasaran fisik akan dikerjakan, di antaranya pembangunan jembatan, sumur bor, rehabilitasi rumah ibadah dan sekolah, pembangunan MCK, perbaikan rumah pompa, pembangunan jalan produksi, rehabilitasi rumah dinas tenaga kesehatan, hingga pembangunan pembangkit listrik mikrohidro.

Selain pembangunan infrastruktur, Gubernur Yulius turut mengapresiasi inovasi pemanfaatan sabut kelapa menjadi genteng komposit yang dinilai ringan, kuat, dan ramah lingkungan.

“Inisiatif ini menunjukkan pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga mendorong inovasi mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah,” katanya.

Program Karya Bakti TNI juga mencakup berbagai kegiatan nonfisik, seperti pembagian sembako, bakti sosial, penghijauan, serta penyuluhan kepada masyarakat.

Menurut Gubernur, pembangunan sumber daya manusia memiliki peran yang sama pentingnya dengan pembangunan fisik.

“Bukan hanya membangun fisik. Yang tidak kalah penting adalah membangun kualitas manusia. Program ini memperkuat kepedulian sosial, wawasan masyarakat, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Gubernur menegaskan bahwa visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menuju “Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan” hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh elemen. TNI menghadirkan semangat pengabdian dan disiplin, perguruan tinggi memberikan ilmu pengetahuan dan inovasi, pemerintah menghadirkan kebijakan, sedangkan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan hasil pembangunan.

Menutup sambutannya, Gubernur Yulius mengajak seluruh prajurit TNI, dosen, mahasiswa Unsrat, serta masyarakat di Talaud dan Sangihe untuk bersama-sama menyukseskan dan menjaga hasil pembangunan yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

“Karya Bakti ini berlangsung beberapa bulan ke depan. Saya berharap berjalan aman, tertib, lancar, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan,” pungkasnya.

Ia berharap Karya Bakti TNI Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat persatuan, semangat gotong royong, serta percepatan pembangunan Sulawesi Utara yang dimulai dari wilayah terdepan Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.