Di Hadapan Wisudawan BMR, Gubernur Yulius: Jadilah Pencipta Peluang dan Penggerak Pembangunan
KOTAMOBAGU — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, mengajak generasi muda Bolaang Mongondow Raya (BMR), khususnya para lulusan perguruan tinggi, untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang, berinovasi, dan menjadi penggerak pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Yulius saat memberikan kuliah umum bertajuk “Peran Generasi Muda BMR dalam Mewujudkan Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan” dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Bersama IAIK dan STIMIK Multicom Kotamobagu, di Ballroom Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Jumat (4/9/2026).
“Jangan hanya menunggu pekerjaan. Berani menciptakan peluang, membangun usaha, berinovasi, dan terus meningkatkan kompetensi,” ujar Yulius di hadapan civitas akademika dan para wisudawan.
Dalam pemaparannya, Yulius turut menyampaikan sejumlah indikator makro pembangunan Sulut hingga Triwulan II 2026. Pertumbuhan ekonomi Sulut tercatat sebesar 5,42 persen. Sementara itu, angka kemiskinan berada di level 6,32 persen, lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional sebesar 8,47 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut tahun 2025 juga tercatat mencapai 76,32, lebih tinggi dibandingkan IPM nasional yang berada di angka 75,90.
Meski sejumlah indikator menunjukkan capaian positif, Yulius mengakui Sulut masih menghadapi tantangan di sektor ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulut pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 5,85 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 4,85 persen.
Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus mendukung visi RPJPD Sulut 2025–2045, Pemerintah Provinsi Sulut terus mendorong pengembangan sejumlah sektor strategis.
Di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, pemerintah mendorong pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan, revitalisasi 50 sekolah, serta program peningkatan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Sementara di sektor konektivitas global, Pemprov Sulut mendorong pengembangan rute penerbangan langsung internasional Manado–Korea dan Manado–China guna membuka peluang ekonomi baru.
Pada sektor kesehatan dan pariwisata, pemerintah juga mempercepat intervensi penanganan stunting, pemerataan tenaga medis, serta pengembangan sport tourism melalui revitalisasi Kolam Renang Ranowangun dan Pacuan Kuda di Minahasa.
Menutup arahannya, Yulius mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk memberikan kontribusi dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Ia juga mendorong para lulusan untuk terus beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung cepat, menjaga etika, serta mengedepankan integritas dalam berkarya.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Sulawesi Utara ke depan, termasuk melalui keberanian menciptakan peluang dan mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan zaman.