Minsel, LiputanMetroNews.com – Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan (Minsel) menahan mantan Plt Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) berinisial FFW terkait kasus dugaan korupsi dana Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Desa dan Pengurus PKK.
Penahanan dilakukan Kejari Minsel pada Kamis (15/10/2026) kemarin setelah FFW ditetapkan sebagai tersangka.
Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minsel, Albertus Roni Santoso, S.H., M.H., kepada sejumlah wartawan di Kantor Kejari Minsel, di Amurang, Jumat (16/10/2026).
“Penahanan tersangka, diduga dalam perkara Tindak Pidana Korupsi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemerintah Desa dan Pengurus PKK dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2024 di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara,” ungkap Kajari Albertus Roni.
Kajari Minsel menambahkan bahwa yang bersangkutan memiliki peran yang signifikan dan diduga menyalahgunakan kewenangan dan sarana yang ada padanya karena jabatan.
Tersangka diduga telah menginstruksikan tim evaluasi APBDes 2024 Kabupaten Mitra, untuk mengarahkan dan memaksa Pemerintah Desa agar menganggarkan dan menata dana kegiatan Bimtek ke dalam APBDes.
“Dan menjanjikan penganggaran kegiatan tersebut sebagai prasyarat dalam proses evaluasi dan persetujuan APBDes, meskipun kegiatan tersebut tidak melalui mekanisme perencanaan desa yang sah,” ujarnya lagi.
Akibat perbuatan tersangka, lanjut Kajari Albertus Roni, Pemerintah Desa tidak memiliki kebebasan dalam mengelola keuangan desa secara otonom.
Dan telah menyebabkan pengalokasian dan pengelolaan APBDes untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Akibat perbuatan tersangka, keuangan negara mengalami kerugian yang mencapai Rp.561.724.200,-,” ungkap orang nomor satu di Kejari Minsel.
Angka ini diperoleh dari hasil penyidikan yang dilakukan Kejari Minsel, dan sesuai hasil laporan audit investigasi dari Inspektorat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.
“Tersangka telah dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Rutan Manado. Dan para penyidik masih terus melakukan pendalaman keterlibatan pihak lain,” pungkasnya.
TamuraWatung