MANADO – Memasuki masa purna tugas bukan berarti berakhirnya pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman, kearifan dan nilai-nilai yang dimiliki para purnabakti aparatur negara dinilai tetap menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (7/10/2026).
Gubernur Yulius mengatakan, para wredatama merupakan bagian penting dari perjalanan pembangunan Sulawesi Utara. Meski telah menyelesaikan masa tugas sebagai aparatur negara, pengalaman dan semangat pengabdian yang telah dibangun selama bertahun-tahun tetap dibutuhkan di tengah masyarakat.
“Meskipun telah purna tugas dari jabatannya masing-masing, pengalaman, kearifan, semangat juang, dan nilai-nilai pengabdian yang telah tertanam selama bertahun-tahun, tetap hidup dan sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman yang kita hadapi saat ini,” kata Gubernur.
Menurutnya, masa purna bakti justru dapat menjadi babak baru bagi para wredatama untuk terus memberikan kontribusi melalui pengalaman, keteladanan dan kebijaksanaan.
Karena itu, Gubernur menilai keberadaan PWRI tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya para pensiunan pegawai negeri sipil, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga semangat kebersamaan, memperkuat solidaritas serta meneruskan nilai-nilai pengabdian kepada generasi berikutnya.
Hal tersebut sejalan dengan tema HUT ke-64 PWRI, “Satu Tekad, Satu Jiwa, Memperkokoh Solidaritas Wredatama Demi Kesejahteraan Bersama.”
“Purna tugas bukan berarti berakhirnya pengabdian,” tegas Gubernur Yulius.
Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HUT ke-64 PWRI, termasuk penamatan Sekolah Lansia PWRI Provinsi Sulawesi Utara.
Menurutnya, Sekolah Lansia menjadi bukti bahwa proses belajar dan pengembangan diri tidak dibatasi oleh usia. Para lansia tetap dapat menjalani kehidupan secara aktif, sehat, mandiri dan produktif.
“Sekolah lansia ini adalah teladan nyata bahwa usia senja tetap dapat dilalui dengan aktif, sehat, mandiri dan berdaya,” ungkapnya.
Selain itu, momentum HUT PWRI turut dirangkaikan dengan penyerahan Piagam Penghargaan kepada Keluarga Harmonis serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PWRI dan Bank SulutGo (BSG).
Gubernur menilai kerja sama tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesejahteraan anggota PWRI, khususnya melalui kemudahan layanan dan dukungan terhadap kualitas hidup para pensiunan di Sulawesi Utara.
“Ini merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan anggota, memberikan kemudahan layanan, serta mendukung kualitas hidup para pensiunan di Sulawesi Utara,” ujar Gubernur.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjut Gubernur, menyadari bahwa kesejahteraan para purnabakti dan keluarganya merupakan bagian yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sulawesi Utara, saya menyampaikan selamat ulang tahun kepada segenap keluarga besar PWRI. Semoga di usia ke-64 tahun ini, PWRI semakin solid, semakin kuat, dan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta terus menjadi teladan dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan daerah tercinta,” ujar Yulius.
Ia berharap PWRI terus menjadi sumber inspirasi, penjaga nilai-nilai moral dan jembatan penghubung antargenerasi dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.
“Saya percaya, PWRI akan terus menjadi sumber inspirasi, penjaga nilai-nilai moral, serta jembatan penghubung yang baik antar generasi dalam membangun Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.