LiputanMetroNews – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap setiap aspirasi dan masukan yang disampaikan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui berbagai kanal, termasuk media sosial. Partisipasi aktif tersebut dinilai sebagai wujud nyata kepedulian publik terhadap arah pembangunan daerah serta menjadi energi positif bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif dan tepat sasaran.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Pemprov Sulut menegaskan bahwa seluruh program prioritas serta janji pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay saat ini tengah berada dalam tahap eksekusi yang berjalan secara konsisten, berkelanjutan, dan terukur. Pemerintah memastikan bahwa setiap program tidak hanya direncanakan secara matang, tetapi juga dikawal secara serius dalam implementasinya di lapangan.
Gubernur Sulawesi Utara menegaskan bahwa orientasi utama pembangunan tetap berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin dari capaian indikator makro ekonomi yang menunjukkan tren positif. Pada Triwulan IV Tahun 2025, perekonomian Sulawesi Utara tumbuh sebesar 5,66 persen (c-to-c), dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp204,75 triliun. Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa arah pembangunan yang dijalankan berada pada jalur yang tepat.
Dalam pelaksanaannya, berbagai program strategis telah menunjukkan progres nyata di sejumlah sektor utama. Pada sektor infrastruktur dan konektivitas, Pemprov Sulut melalui Dinas PUPR terus mempercepat perbaikan jalan provinsi, khususnya pada jalur-jalur yang menjadi urat nadi logistik dan akses ekonomi masyarakat. Pemeliharaan rutin hingga rekonstruksi jalan di titik-titik terdampak cuaca ekstrem terus dilakukan secara bertahap. Ke depan, Sulawesi Utara diarahkan menjadi hub logistik internasional di kawasan Timur Indonesia melalui penguatan konektivitas udara, laut, dan darat guna menekan biaya logistik nasional.
Di sektor penguatan sumber daya manusia (SDM) dan transformasi ekonomi, tren investasi yang positif menjadi pendorong terciptanya lapangan kerja baru, khususnya di sektor pariwisata dan industri pengolahan yang tumbuh hingga 9,97 persen. Program pendidikan vokasi juga terus didorong, ditandai dengan pelepasan ratusan alumni SMK dan mahasiswa untuk mengikuti program magang ke Jepang pada April 2025 di sektor manufaktur dan perhotelan. Selain itu, terobosan pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan serta persetujuan pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri Manado menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM di daerah.
Perhatian terhadap kesejahteraan petani dan nelayan juga menjadi prioritas. Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Utara pada Februari 2026 tercatat meningkat menjadi 128,50, mencerminkan membaiknya daya beli dan kesejahteraan petani. Pemerintah turut menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, termasuk traktor untuk mendukung panen raya di wilayah sentra produksi seperti Kakas dan Bolaang Mongondow. Upaya ketahanan pangan juga diperkuat melalui optimalisasi 2.000 hektare lahan padi. Sementara di sektor kelautan, penyaluran armada tangkap serta pembangunan fasilitas cold storage terus dipacu guna mendukung ekspor perikanan langsung ke pasar internasional, yang tercatat meningkat hingga 28,42 persen.
Di bidang layanan dasar, pemerintah memastikan tidak ada kompromi dalam penyediaan akses kesehatan dan pendidikan, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan pelosok. Sulawesi Utara berhasil meraih UHC Award 2026 sebagai bentuk keberhasilan dalam mewujudkan jaminan kesehatan semesta. Layanan kesehatan diperkuat dengan kehadiran kapal klinik di wilayah Sangihe-Talaud, ambulans untuk daerah terpencil, serta pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu di RSUP Kandouw. Pada sektor pendidikan, revitalisasi fasilitas sanitasi dan lingkungan di 50 sekolah serta penyaluran ribuan beasiswa dilakukan secara tepat sasaran untuk memastikan tidak ada anak di Sulawesi Utara yang putus sekolah.
Selain itu, dalam menghadapi dinamika dan fluktuasi ekonomi global, Pemprov Sulut juga fokus pada pengendalian harga dan menjaga keadilan sosial. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), berbagai langkah strategis dilakukan, termasuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara masif di 190 titik di seluruh kabupaten dan kota. Pemerintah juga menghadirkan listrik 24 jam di enam pulau terluar pada tahun 2025 sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin keadilan energi bagi masyarakat kepulauan.
Dengan berbagai capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk merealisasikan seluruh janji pembangunan menjadi manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Semangat Mapalus dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan serta mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.