MANADO – Sekretaris DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulawesi Utara, Harvani Boki, menilai satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) bersama Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay telah menunjukkan arah pembangunan daerah yang semakin jelas.
Menurut Harvani, pada tahun pertama masa pemerintahan, fokus utama pemerintah daerah adalah membangun fondasi kebijakan serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.
“Dalam satu tahun ini kita bisa melihat arah pembangunan Sulawesi Utara mulai terbentuk dengan jelas. Berbagai kebijakan strategis mulai dijalankan dan memberikan dampak positif bagi daerah,” ujar Harvani.
Ia menilai, kepemimpinan YSK–Victor menunjukkan komitmen kuat dalam menggerakkan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pariwisata, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara dinilai cukup menggembirakan. Berdasarkan data triwulan IV tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Utara atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp204,75 triliun, sementara atas dasar harga konstan tahun 2010 sebesar Rp113,66 triliun.
Secara kumulatif, perekonomian daerah tumbuh sekitar 5,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan sektor industri pengolahan yang mencapai 9,97 persen serta lonjakan ekspor luar negeri yang meningkat hingga sekitar 28,42 persen.
Harvani menilai capaian tersebut menjadi indikasi bahwa perekonomian Sulawesi Utara mulai bergerak lebih kuat serta memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Selain ekonomi, pemerintah provinsi juga dinilai aktif mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan daerah. Sejumlah destinasi wisata mulai dibenahi dan ditata kembali guna meningkatkan daya tarik bagi wisatawan.
Beberapa di antaranya adalah pembenahan kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang, Museum Daerah, serta upaya pembersihan Danau Tondano yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata di Sulawesi Utara.
Upaya lain yang dianggap strategis adalah pembukaan rute penerbangan internasional langsung dari Seoul Incheon menuju Manado serta rute Taipei–Manado yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2026.
Menurut Harvani, kebijakan tersebut merupakan langkah penting dalam membuka konektivitas internasional yang akan berdampak langsung pada sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di daerah.
“Langkah membuka rute penerbangan internasional ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang perdagangan dan pariwisata di kawasan Pasifik,” katanya.
Di bidang pendidikan, pemerintah provinsi juga terus melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan, revitalisasi puluhan sekolah, serta pemberian ribuan beasiswa menjadi bagian dari langkah strategis yang tengah dijalankan.
Selain itu, Universitas Negeri Manado juga telah mendapatkan persetujuan untuk membuka Fakultas Kedokteran yang diharapkan dapat memperkuat sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan di daerah.
Tidak hanya itu, program ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan layanan kesehatan juga menjadi fokus pemerintah provinsi selama satu tahun terakhir.
Pemerintah menggelar gerakan pangan murah di ratusan titik untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Di sektor pertanian, ribuan hektare lahan padi juga disiapkan guna mendukung ketahanan pangan daerah.
Sementara di sektor kesehatan, layanan ambulans hingga kapal klinik diperluas untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan kepulauan.
Menurut Harvani, kepemimpinan Gubernur YSK juga terlihat dari respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk saat bencana banjir melanda Kota Manado maupun saat terjadi erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
“Dalam berbagai situasi krisis, gubernur hadir langsung di tengah masyarakat. Ini menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah kebijakan strategis lainnya juga berhasil dicapai, seperti pengesahan substansi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) oleh Kementerian ATR/BPN serta persetujuan 63 blok Wilayah Pertambangan Rakyat yang dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Harvani menambahkan, satu tahun kepemimpinan YSK–Victor merupakan langkah awal dalam membangun Sulawesi Utara yang lebih maju dan berdaya saing.
Ia berharap berbagai program pembangunan yang telah dimulai dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
“Perjalanan pembangunan masih panjang, tetapi arah dan fondasi sudah jelas. Harapannya Sulawesi Utara dapat terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia,” tutup Harvani.